JellyPages.com

Sunday, 7 October 2012

Impian Terpendam

Bismillah..
Tengok tajuk macam ada rahsia ja kan..? Cakap Terpendam, tapi sekarang dah terbongkar jugak.. hew2~ Actually not that rahsia sangat, just berangan-angan.. Well, actually I want to have my own Kids' Nursery and also Mom & Baby Shop!
Sebenarnya impian untuk bukak nursery dah terbina since I was in secondary school.Tapi entah la, it is quite difficult maybe becoz of the responsibility yang very, very, very big! I love kids thus I really want that till now and maybe forever.. When people ask me,
"Then, why are you taking law right now? Dun waste ur time la.."
Well, my answer would be,
"Entah, I love Shariah but not that much to civil law. I dun want to be a lawyer instead, housewife is the best job I guess.."
But, lupakan ja lah kan kalau berangan nak quit, parents sah2 tak kasi.. Allah swt telah berikan yang terbaik dan Dia tau yang terbaik.. By choosing this course too, I got to know the right manhaj, Salaf. (Alhamdulillah) Back to the main topic, actually my eagerness to open nursery is getting its high climax when I know Sunnah. I want to teach children about the right things since they are small. Based on my own experience, I was too late to avoid myself from being tarnished by all those adat yang bercanggah dengan Al-Quran dan Sunnah.. n also to memorize one whole Al-Quran. That is why I really want to open this nursery and start everything with the right things. Kids are like sponge, they will absorb anything that we give no matter it is good or not. So, I dont want their future to be ruined up by all those adat.. (sgt2 mengharap)
Regarding Mom and Baby Shop, I want to have my own design and label for mama and babies' clothes!
Have you ever heard this hadis :

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. Waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’. 

(Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”

Lately we could see babies' clothes are full with cartoons ( live creatures like mouse, ben10, and etc). Is this what we want to cultivate in children? They do not know anything, dun let them be too obsess with all those cartoons and bla,bla,bla. Based on the above hadis, it is sinful to wear something that have live creatures drawing. Therefore, looking at this situation, I decided to open my own  shop. Designing my own design for cute and handsome babies out there but according to Al-Quran and Sunnah ... 
InsyaAllah! * big smile......

Saturday, 6 October 2012

Memories at Seremban Hospital~

Bismillah.


Alhamdulillah, today morning my friends and I managed to visit Hospital Tun Jaafar Seremban for our annual program...(maybe la coz I never expected we gonna have another program due to very the very busy this sem..hew2~).. 
At first, eighty from Second Year students of Shariah and Law course together with Second Year students of Fiqh and Fatwa actually will be divided into two groups. 40 will go to Putrajaya Hospital and another 40 will go to Seremban Hospital. However, Allah swt the One who arranges everything, all eighty students finally have to go to Seremban Hospital only. (didn't get approval from Putrajaya Hospital I guess..)
Well, for you guys' first impression, I would say I was very happy and looking forward for another charity program like this!
FYI, the main objective of this program is to teach patients about the best way for them to perform prayers according to their condition.. Sound best kan?
Absolutely, sangat best.
I met varieties of people with many characters and stories. I was in charge at the forth floor with another five students, ward for traumatic male patients..(Dun worry, they are not that traumatic, still ok..hee)
As we only have one hour, I managed to teach only two patients about solat plus giving some supports and motivation to boost their spirit.
Well, sick person will sometimes think negative about their future, so we try to change that.insyaAllah.
Besides, they should know that no matter what their condition is, solat tak boleh tinggal macam tu ja..
((Sesungguhnya agama itu mudah)) - HR Bukhari
Sebab tu kitorang cuba tunjukkan cara yang paling mudah untuk diorang bersuci dan solat..
Alhamdulillah, berjaya..
Besides, I got opportunity to feed one Indian patient..and also comb their hair n shared stories. Nice experience rite? huhu..
I've gained a lot of knowledges and experience there. 
I learnt something from the patients' stories and expression. 
As a muslim, we know that being sick is actually kafarah or penebus dosa-dosa kita kan so we have to be patient.. owez..
Allah swt loves us and never let us suffer unless He only wants us to be closer to Him.
Before balik, we gave brochures and pocket book about do'a and solat to all Muslim patients.
Hopefully, for those that we didn't have time to explain further, will read it and practice it.. InsyaAllah.
Last but not least, I wish that I will get the same opportunity next time. (Hopefully we have time to organize this kind of program again, thanks to our leader for his efforts..good job, baarakallahu feekum)

Lessons today :
1) Be patient on whatever tests U face in ur life.
2) Please don't forget Allah even in one seconds.
3) Be grateful. Jangan masa sakit ja ingat Allah, we have to remember Him all the times, ok?
4) Jangan menyalahkan takdir. Reda.
5) Banyakkan berdoa. Semoga kita kembali bertemu Rabb dalam keadaan Islam dan Iman.

Wallahua'lam.

Saturday, 29 September 2012

Hukum Wanita Haid Duduk di Masjid

Bismillah.

  TIDAK MENGAPA (dibolehkan) bagi wanita yang sedang haid, nifas atau berhadas besar (berjunub) untuk belajar agama, membaca Al-Quran, mendengar kuliah, duduk-duduk dan diam di dalam masjid.

Antara dalil syarak yang membolehkannya ialah :

1) Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata : " Sesungguhnya ada seorang hamba perempuan berkulit hitam milik salah seorang suku dari bangsa Arab, lalu dimerdekakannya, kemudian ia pun tinggal bersama mereka. 'Aisyah berkata : "Kemudian perempuan itu datang kepada Rasulullah sallallahu'alaihi wassalam dan masuk Islam". Aishah berkata:"Dan perempuan itu mempunyai khemah (tempat tinggal) di dalam masjid sebagai tempat penginapannya". 
(HR Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, tidak dapat dinafikan bahawa wanita tersebut sama seperti wanita yang lain, iaitu pasti akan mengalami haid pada setiap bulan namun begitu, tidak ada pengecualian daripada Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam agar wanita tersebut keluar dari masjid jika dia berada dalam keadaan haid.

2) Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata : " Bahawasanya ada seorang lelaki hitam (atau seorang wanita berkulit hitam), yang bekerja membersihkan masjid telah meninggal dunia, lalu Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam bertanya tentang wanita tersebut, mereka berkata : " Dia telah meninggal". Beliau bersabda : " Mengapakah kamu tidak memberitahu kepadaku mengenai kematiannya, tunjukkanlah kepadaku kuburnya". Lalu beliau pergi ke kubur lelaki itu (atau perempuan itu) kemudian baginda solat untuknya. 
(HR Bukhari)

Oleh kerana tidak ada larangan daripada Nabi sallallahu 'alaihi wassalam untuk hamba itu tinggal menetap di masjid, walhal kita sedia maklum bahawa wanita pasti mengalami haid pada setiap bulan, namun tidak ada pengecualian daripada Nabi sallallahu 'alaihi wassalam agar wanita itu keluar dari masjid ketika dia haid, malah tidak pernah ada perintah agar hamba ini keluar semasa haid. 
(Lihat Fathul Bari, syarah hadis 458. Ibnu Hajar)

3) Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam pernah menyuruh 'Aisyah radhiyallahu 'anha masuk ke masjid yang mana ketika itu 'Aisyah sedang haid dan beliau tahu akan hal tersebut sebagaimana di dalam hadis :
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata : " Rasulullah bersabda kepadaku : Ambilkanlah sejadah untukku (sejadah kecil untuk alas sujud). Aku berkata : " Sesungguhnya aku sedang haid. Maka Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam bersabda : "Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu".
(HR Muslim, abu Daud, Tirmizi,an-Nasaii, Ibnu Majah, Ahmad dan selain mereka)


Sumber : URD, Hukum Wanita Haid (Berhadas Besar) Duduk Di Dalam Masjid Dan Hukum Lelaki atau Wanita Berhadas (Kecil/Besar) Membaca Al-Quran, hlmn 14

Sunday, 23 September 2012

Our Homemade Ice Cream Goreng!

Bismillah..
Entry kali ni tentang our homemade products.. *smile
You know, we made our own ice cream goreng!
Very delicious, yummy..yummy..
We made it just using bread and ice cream..
Here are some of the pictures..

Before being cooked, put in fridge for about one day..
Forgot to take pictures before eating, now, this how it looks 
after our first bite! *wink

Very easy to prepare it. 
Yummy..yummy..
((Hi-Tea with housemates))

Saturday, 22 September 2012

Kisah Cinta Khadijah binti Khuwailid

Suatu ketika Sayyidah Khadijah mencari orang yang dapat menjual barang dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum beliau diangkat menjadi nabi,  memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia. Oleh itu, Sayyidah Khadijah meminta Muhammad untuk menjualkan barang dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah.

Muhammad Al-Amin pun bersetuju lalu berangkatlah beliau bersama Maisarah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjadikan perdagangan tersebut menghasilkan keuntungan yang banyak. Maka Sayyidah Khadijah berasa sangat gembira dengan hasil tersebut, namun kegembiraan tersebut tidaklah sebesar kegembiraan beliau terhadap keperibadian Muhammad. Maka muncullah satu perasaan aneh yang bercampur baur di fikirannya. Beliau dapat merasakan lelaki tersebut iaitu Muhammad tidak seperti lelaki yang lain.

Walaupun begitu, Sayyidah Khadijah memikirkan adakah Muhammad mahu mengahwini beliau yang ketika itu sudah hampir 40 tahun? Dan apa kata orang lain nanti setelah beliau telah menutup pintu hati bagi banyak pemuda Quraisy yang pernah melamarnya?


Di saat beliau bingung memikirkan hal itu, muncullah temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih dan mereka bersembang bersama. Atas kecerdikan Nafisah, beliau berjaya mengorek rahsia hati Sayyidah Khadijah terhadap Muhammad. Nafisah membesarkan hati Sayyidah Khadijah dan menenangkan perasaanya dengan mengatakan Khadijah adalah wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, cantik dan memiliki harta. Tatkala Nafisah keluar daripada rumah Sayyidah Khadijah , dia terus menemui Muhammad al-Amin dan berlakulah perbualan antara mereka....

Nafisah        : Apakah yang menghalangimu untuk berkahwin wahai Muhammad?

Muhammad : Aku tidak memiliki apa-apa untuk berkahwin.


Nafisah        : ( Tersenyum) Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yang kaya, 

                      cantik dan cukup semuanya, apakah kamu mahu menerimanya?

Muhammad : Siapakah dia?


Nafisah         : (Dengan cepat dia menjawab) Khadijah binti Khuwailid.


Muhammad : Jika dia setuju maka aku pun setuju.


Lalu, Nafisah pergi menemui Sayyidah Khadijah untuk menyampaikan khabar gembira tersebut manakala Muhammad al-Amin memberitahu ayah saudaranya tentang hasratnya untuk mengahwini Khadijah. Kemudian, pergilah Abu Thalib, Hamzah dan yang lain menemui ayah saudara Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah dan seterusnya menyerahkan mahar.



Setelah usai akad nikah, beberapa ekor haiwan telah disembelih dan diberikan kepada orang fakir. Khadijah membuka pintu bagi keluarga dan handai taulan dan ternyata terdapat juga Halimah Sa'diyah yang datang untuk menyaksikan perkahwinan anak susuannya. Setelah itu dia kembali ke kampung halaman dengan membawa 40 ekor kambing sebagai hadiah perkahwinan dari Sayyidah Khadijah.

Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai isteri kepada Muhammad al-Amin dan jadilah dirinya contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingan sendiri. Muhammad telah mengambil Zaid bin Haritsah  dan sepupunya , Ali bin Abi Thalib sebagai anak angkat. 


p/s : Carilah hanya cinta yang seiring dengan syariat Allah swt insyaAllah perkahwinan yang dibina berkekalan hingga ke akhirnya..

(Sumber: Mahmud Mahdi Al-Istanbuli & Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi, Mereka Adalah Para Shahabiyat, 41)


Siapakah Khadijah binti Khuwailid?

      Kira-kira 15 tahun sebelum tahun Gajah, di rumah yang mulia dan terhormat, lahirlah seorang puteri yang mulia. Puteri tersebut diberikan nama Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qursyiyah al-Asadiyah. Beliau diberi gelaran 'ath-Thaharah' yakni yang bersih dan suci. Beliau dikenali sebagai seorang wanita yang teguh dan cerdik serta memiliki perangai yang luhur. 

      Meningkat dewasa, Sayyidah Quraisy ath-Thaharah ini telah berkahwin dengan seorang jejaka yang bernama Abi Halah bin Zurarah at-Tamimi yang hasil daripada perkahwinan tersebut, beliau mempuanyai dua orang anak iaitu Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin 'A'id bin Abdullah al-Mahzumi hingga beberapa ketika sebelum mereka akhirnya bercerai.

      Setelah itu, ramai daripada pemuda Quraisy yang ingin mengahwininya akan tetapi beliau lebih mengutamakan anak-anaknya dan juga perniagaannya. 


(Sumber: Mahmud Mahdi Al-Istanbuli & Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi, Mereka Adalah Para Shahabiyat, 41)

Thursday, 20 September 2012

Jenis Perkahwinan dalam Bangsa Arab Jahiliyah

Disebutkan dalam Sahih Al-Bukhari dan yang lain bahawa Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata :

" Sesungguhnya nikah pada zaman jahiliyah ada empat jenis. Pertama, sebagaimana perkahwinan orang sekarang, iaitu seorang lelaki melamar anak orang lain kemudian memberikan mahar dan menikahinya. Kedua, seseorang mengatakan kepada isterinya setelah suci dari haid, "Pergilah kepada si fulan (biasanya seorang bangsawan) dan mintalah untuk digauli". Kemudian suaminya menjauhinya (tidak menggaulinya) sehingga sudah jelas bahawa isterinya telah mengandungkan anak si fulan tersebut, apabila telah jelas tandanya bahawa isterinya telah hamil, barulah si suami menggaulinya jika ingin. Tujuan dari perbuatan ini adalah semata-mata untuk mendapatkan anak yang berketurunan bangsawan. Pernikahan ini dinamakan sebagai 'nikah istibdha'. Ketiga, sekelompok lelaki yang kurang dari sepuluh orang menggauli seorang wanita yang sama, kemudian apabila dia hamil dan melahirkannya serta telah berlalu beberapa malam setelah kelahiran, maka wanita itu akan memanggil lelaki-lelaki tadi dan mereka tidak boleh menolaknya. Lalu mereka berkumpul di hadapan wanita itu, dan dia berkata ," Kalian telah mengetahui apa yang telah kalian lakukan terhadapku dan kini aku telah melahirkan anak, ini adalah anakmu wahai fulan.."dia menyebut nama lelaki yang dia sukai di antara lelaki tersebut dan menyerahkan anak itu kepada si fulan yang dia tunjuk. Keempat, sekelompok lelaki menggauli seorang wanita yang tidak menolak sesiapapun yang menggauli dirinya. Mereka adalah pelacur yang mana mereka memasang pada pintu mereke sebuah tanda sebagai tanda pengenal bagi sesiapa yang ingin menggaulinya. Apabila dia hamil dan melahirkan anak, maka dipanggillah mereka yang telah menggaulinya lalu anak tersebut akan diserahkan kepada lelaki yang dirasakan paling mirip dengan anaknya dan lelaki itu tidak boleh menolak."

(1- H/R al-Bukhari dalam kitab An-Nikah pada bab : Tidak Sah Nikah Tanpa Wali (VI/132133))

(2- H/R Abu Daud dalam Ath-Thalaq tentang ' Nikah yang Terjadi Pada Zaman Jahiliyah' hal 2242)


p/s : Islam telah datang kepada kita setelah duituskan Rasulullah saw, dan kita bukan lagi masyarakat jahiliyah yang hidup dalam kegelapan dan kejahilan. Justeru, jauhkanlah diri daripada segala sifat keji masyarakat jahiliyah seperti yang diriwayatkan oleh Ummul Mu'minin 'Aishah radhiyallahu 'anha. Jauhkan diri daripada zina, peliharalah diri dan maruah kalian ya akhawat... Darjat wanita begitu tinggi dan mulia, jangan biarkan ia diperkotak-katikkan!